pramuka2

MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-53

PRAJA Muda Karana, ada yang mengenal sebutan ini? Ya, sebutan dengan arti rakyat muda yang suka berkarya ini merupakan kepanjangan dari pramuka. Dan hari ini, 14 Agustus merupakan peringatan Hari Pramuka ke-52. Read More »

ucapan3

Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?

Lumrahnya di Indonesia di masa Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, di lingkungan kita akan ramai dengan ucapan memberi selamat Hari Raya Idul Fitri antar sesama. Tapi benarkah ucapan yang sering Read More »

P1150471

LANTUNAN AYAT AL-QUR’AN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH

  “Sesungguhnya barang siapa mendekatkan diri (ibadah) kepada Allah di bulan Ramadhan dengan satu kefardhuan maka  menyamai (pahala) 70 kefardhuan diselain Ramadhan, dan barang siapa beribadah dengan satu kesunnahan maka menyamai (pahala) Read More »

P1170621

GALERI PRESTASI SISWA SD AL_FURQAN PADA REKTOR CUP 2014

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan 50 Tahun Universitas   Jember(UNEJ EMAS) PSM UJ kembali gelar  Festival Paduan Suara Rektor CupVIII Universitas Jember Tingkat Karesidenan Besuki 2014. Acara ini di laksanakan pada Read More »

New-Picture

TIPS MENGHADAPI UJIAN

Kepada anak-anak kami yang tengah menghadapi ujian, semoga selalu dimudahkan oleh Allah Ta’ala dalam menghadapi soal-soal ujian. Selalu tanamkan keyakinan dalam diri kalian bahwa Allah Ta’ala pasti akan menolong hamba-hambaNya yang mau Read More »

MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-53

pramuka2

logo hari pramuka 2014 259x260 MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 53PRAJA Muda Karana, ada yang mengenal sebutan ini? Ya, sebutan dengan arti rakyat muda yang suka berkarya ini merupakan kepanjangan dari pramuka. Dan hari ini, 14 Agustus merupakan peringatan Hari Pramuka ke-52.

Sebagai anak yang mengenyam bangku sekolah, pasti tidak sulit untuk menerka bahwa hari ini merupakan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota pramuka. Tentu, hari ini hari berdirinya Gerakan Pramuka Indonesia yang secara resmi diperkenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961 yang ditandai dengan apel besar dan diikuti dengan pawai keliling Jakarta di depan Presiden RI, Soekarno.

Tema Peringatan hari Pramuka ke-53 tahun ini adalah “Mantapkan Pembentukan Karakter kaum muda melalui Gugus Depan Terakreditasi”. Tema yang tentunya sarat makna dan visi – misi ke depannya, tentunya hal ini senada dengan tujuan pramuka untuk ikut serta membangun generasi muda yang berkarakter kebangsaan.
Kak Aditya, salah satu ustad sekaligus Ka Gudep SD Al-Furqan Jember ini menuturkan, makna Hari Pramuka secara sederhana ialah mengenang jasa-jasa pahlawan, menggali lebih dalam lagi sejarah dari pramuka, juga mengajarkan dan menanamkan jiwa patriotisme.
“Saya bangga jadi anggota pramuka karena di pramuka kita bisa mengekspresikan karya dan kreasi, serta bakat yang kita miliki. Selain itu, saya juga mendapat banyak manfaat dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” jelas Kak Adit ini.
Hal serupa diungkapkan Ustadzah Sri yang juga menjabat sebagai Ka Gudep Putri SD Al-Furqan Jember.  “Bangga sekali bisa menjadi anggota pramuka sampai sekarang. Tentu saja, di setiap peringatan Hari Pramuka membawa makna untuk seorang pandu, yaitu untuk segala prestasi yang telah kita capai selama ini,” tutur Kak Sri.
Sedang, Ustad Hari Jumarto selaku Kepala Bidang Umum di SD AL-Furqan menuturkan, walau beliau bukan anggota pramuka tapi, menurutnya, pramuka bisa memberikan pelajaran tentang arti kekompakan dan solidaritas.
“Saya bukan anggota pramuka tapi menurut saya menjadi anggota pramuka itu bisa banyak belajar soal kekompakan dan solidaritas sesama anggota pramuka. Bukan hanya itu kita juga bisa kenal dengan alam dan lingkungan lewat pramuka,” ungkap beliau.
Senada dengan Ustad Mar, Kak Kiki juga menuturkan pramuka memberikan kita banyak pengalaman yang tentunya belum tentu didapatkan di ruang kelas.
“Banyak pengalaman seru tentunya yang didaptkan lewat pramuka, selain bisa menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Kita juga bisa membentuk jaringan pertemanan yang luas dan mendapatkan teman baru,” urai Ustad di bagian Humas SD Al-Furqan Jember ini.
Wah peringatan hari pramuka emang bukan sekadar acara seremonial saja. Ada banyak makna yang terkandung di dalam peringatannya. Contohnya sadar untuk lebih menegakkan keadilan dan kejujuran serta memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama sesuai dengan jiwa dan semangat Pramuka. Selamat Hari Pramuka!!

pramuka2 470x193 MEMAKNAI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 53

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?

ucapan3

ucapan3 470x157 Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?Lumrahnya di Indonesia di masa Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, di lingkungan kita akan ramai dengan ucapan memberi selamat Hari Raya Idul Fitri antar sesama. Tapi benarkah ucapan yang sering kita dengar? Sesuaikah dengan sunnah Nabi? Nah, bagaimana yang dilakukan Nabi? Hampir semua ucapan yang beredar tidak ada riwayatnya kepada Rasulullah kecuali ucapan: Taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, “Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka.

Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.

Kemudian, untuk ucapan minal ‘aidin wal faizin itu sendiri adalah salah satu ungkapan yang seringkali diucapkan pada hari raya fithri. Sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat, dalam hal ini ya di Indonesia saja.

969253 561554647244765 1580682992 n 209x300 Bagaimanakah Ucapan Idul Fitri yang Sesuai dengan Sunnah Nabi ?

Sering kali kita salah kaprah mengartikan ucapan tersebut, karena biasanya diikuti dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu. Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin, artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).

Sedangkan Makna Minal `Aidin wal Faizin menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab dari buku Lentera Hati

“Minal `aidin wal faizin,” demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini ? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada
Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata `aidin, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, minal `aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.

Setelah mengasah dan mengasuh jiwa – yaitu berpuasa – selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dengan menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena – menurut Rasulullah – al-aidin al-mu’amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.

Sementara itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan” . Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73)

Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut
ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.

Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22).

Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal `aidin wal faizin. semoga kita dapat kembali mendapatkan jati diri kita semoga kita bersama memperoleh ampunan,
ridha, dan kenikmatan surgawi. Amin.

Akhirnya, dengan segenap kerendahan hati, kami segenap keluarga besar SD Al-Furqan Jember mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Taqabalallahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamikum, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf Lahir dan Batin..

 

dikutip dari berbagai sumber

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

MENGISI WAKTU LUANG SEMBARI SUKSES PUASA RAMADHAN DAN MEMAKNAI MAKNA LIBUR LEBARAN

liburan

liburan 300x225 MENGISI WAKTU LUANG SEMBARI SUKSES PUASA RAMADHAN DAN MEMAKNAI MAKNA LIBUR LEBARANAssalamualaikum wr wb

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan biasanya merupakan hari-hari kritis bagi Ayah dan Bunda, karena si kecil terkadang cenderung sudah mulai kehilangan semangat berpuasa. Hal ini cukup sering penulis temukan di beberapa tempat. Gejala yang muncul biasanya anak sudah mulai malas bangun sahur, mulai bermalas-malasan di siang hari, minta membatalkan puasa, berpura-pura sakit, malas shalat tarawih, dan lain sebagainya. Di sore hari, saat menunggu waktu berbuka dan ketika anak-anak sudah memasuki libur lebaran biasanya menjadi saat yang rawan bagi seorang anak untuk mempertahankan puasanya. Hal ini dimungkinkan karena libur sekolah yang mulai datang dan hari-hari mendekati lebaran. Saat masih kegiatan saat jam sekolah akan membuat mereka tetap sibuk sehingga pikiran-pikiran yang mengganggu puasa dapat dihilangkan.

Namun ketika mereka pulang sekolah dan harus berdiam diri di rumah, rasa lapar dan haus biasanya sering menggoda mereka. Kadang geli juga jika melihat si Kecil tidak sabar menunggu saat berbuka, namun jangan sampai hal tersebut menggagalkan ibadah puasanya.

Di SD Al-Furqan Jember sendiri, hari ini sudah menginjak hari terakhir masuk sekolah. esok hari tanggal 20 Juli sampai 6 Agustus merupakan masa liburan menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk para Ayah dan Bunda untuk tetap konsisten menjaga semangat buah hatinya berpuasa sampai Ramadhan berakhir. Sehingga makna Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan benar-benar terasa oleh mereka.

Shaum (puasa) Ramadhan adalah salah satu pilar dari Rukun Islam. Maka mendidik anak untuk berpuasa Ramadhan menjadi kewajiban keislaman yang integral bagi para orang tua. Para sahabat Rasul telah mendidik putra-putri mereka yang masih kecil untuk berpuasa. Seperti yang dituturkan shahabiyah Rubayyi’ binti Mu’awwiz tentang bagaimana cara mereka mendidik anak-anak mereka berpuasa Asyura (sebelum diwajibkan puasa Romadhon): “…dan kami melatih anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka mainan dari bulu. Apabila diantara mereka ada yang merengek minta makan, maka kami bujuk dengan mainan itu terus hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Bukhari Muslim).

Dari riwayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka untuk membiasakan berpuasa. Lantas apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk meneladani tradisi sahabat tadi sekaligus mengisi waktu liburan ini dengan kegiatan yang bermamfaat? Namun sebelum kita membahas kegiatan yang cocok untuk buah hati tercinta kita. Ayah dan Bunda juga harus belajar apa saja sih yang perlu dicermati oleh Ayah dan Bunda untuk mengkondisikan si Kecil berpuasa setiap harinya. Berikut ini beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda cermati :

1. Menata kembali jam tidur anak-anak sehingga akan mudah bergairah saat bangun sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang salat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah. Hikmahnya antara lain agar setelah sahur tidak terlalu lama menunggu waktu subuh.

2. Tidak meletakkan makanan, minuman dan buah-buahan secara terbuka, sehingga akan menggoda mereka untuk segera membatalkan puasanya. Makanan diletakkan pada tempat yang jauh dari perhatian mereka. Hal ini juga sepatutnya diperhatikan oleh restoran dan penjaja makanan dipinggir jalan.

3. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dan didekatkan dengan anak-anak lainnya yang juga tekun berlatih. Ini perlu dilakukan agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya.

4. Melatih berpuasa dengan bertahap dan menjanjikan hadiah sebagai rangsangan. Misalnya di awali dengan izin berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Hadiahnya disamping penghargaan dan pujian sebagai anak yang sabar, juga dapat diberikan hadian lain yang beraspek mendidik berupa alat-alat belajar.

5. Stimulus dengan pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. “Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa”. Anak akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.

6. Khusus untuk para orang tua, jika mereka menyepelekan pendidikan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya, maka mereka harus siap bertanggung jawab kepada Allah kelak di akhirat, jika putra-putrinya kemudian melalaikan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu mereka harus memanfaatkan semaksimal mungkin pembiasaan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya sejak dini.
7. Memberi alternatif pengisian waktu yang tepat dan positif. Baik dengan istirahat tidur di siang panas, maupun dengan alternatif permainan yang mendidik untuk melupakan mereka dengan rasa haus dan lapar yang menyengat. Sebagaimana yang telah dilakukan shahabiyah di masa Rasul. Saat ini sudah ada pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan remaja, ini juga alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Atau orangtua dapat juga bersepakat dengan anak-anaknya untuk memasang target, bahwa seusai bulan Ramadhan kemampuan mereka mengaji Al Quran harus lancar dan lebih baik. Perhatian kepada Al Quran memang harus lebih besar di bulan Ramadhan, karena Al Quran diturunkan pertama kali pada bulan ini. Dapat pula orang tua membacakan kisah-kisah keteladanan Islami, atau mendengarkan kaset-kaset cerita Islami.

Berbincang mengenai pengisian waktu yang tepat dan positif saat libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini, Kita dapat membantu dengan memberikan kegiatan yang asyik namun juga berguna bagi anak-anak.
Beberapa kegiatan ini dapat Ayah dan Bunda coba.

Belajar mengaji

Memang tidak banyak anak yang menyukainya, namun mereka wajib bisa. Memanggil guru ngaji secara privat mungkin lebih efektif dalam belajar, namun anak juga akan mudah bosan. Biasanya belajar bersama dengan teman-temannya akan lebih menarik minat si anak.

Membuat kerajinan tangan

Anda bisa membeli buku-buku kerajinan tangan dan menyesuaikannya dengan tema Ramadhan. Membuat kartu ucapan misalnya, atau hiasan dinding, boneka clay yang nantinya bisa diberikan pada teman-teman atau orang yang disayanginya. Jangan lupa, Anda juga harus terlibat dalam kegiatan ini karena walaupun telah dibekali buku, bekerja seorang diri tetap saja membosankan apalagi ketika dia menjumpai kesulitan.

Membaca

Bekali si kecil dengan cerita-cerita bernuansa Islami untuk perkembangan pribadinya. Saat ini sudah banyak buku-buku cerita khusus untuk anak, sesuai dengan usia mereka. Dampingi anak ketika membaca dan buat mereka tertarik dengan kisah-kisah dalam buku itu, karena bacaan dan tayangan televisi bisa jadi lebih menarik minat mereka karena telah terbiasa.

Membuat kue

Momen lebaran bisa dijadikan kesempatan untuk mencoba keberanian membuat kue jika Anda belum pernah melakukannya. Jangan lupa ajak anak Anda untuk ikut bergembira bersama ketika membuat kue. Beri sedikit adonan khusus untuk dikerjakan anak agar dia tidak mengganggu kegiatan Anda.

Mendekorasi rumah

Saat lebaran mungkin rumah Anda akan dikunjungi saudara dan tetangga, agar penampilan tidak begitu-begitu saja dari tahun ke tahun, cobalah untuk mengganti posisi perabotan dan pikirkan dekorasi yang sesuai dengan tatanan yang baru. Anak Anda bisa membantu dengan membuat dekorasi sederhana untuk ditempel di pintu atau digantungkan di jendela-jendela.

Melukis di atas kaos

Beri anak kaos miliknya yang sudah tidak dipakai dan spidol warna-warni atau kuas dengan aneka warna cat. Kegiatan akan menstimulasi imajinasi,  motorik halus, dan estetikanya  melalui pemilihan kombinasi dan gradasi warna. Sekalian mengajarkan motif-motif kaligrafi sederhana kepada mereka.

Daur Ulang Kaleng Bekas

Untuk melatih kecerdasaan anak, kamu bisa mengajak anak untuk memanfaatkan benda di rumah untuk dibuat sesuatu yang bermanfaat. Misal, dari kardus bekas, kamu bisa menantang anak untuk membuat rak sepatu sendiri. Atau dari kaleng bekas susu, anak bisa membuat wadah untuk menyimpan perlengkapan menulisnya. Agar lebih menarik, kamu bisa memberikan reward berupa bintang. Jika anak berhasil mengumpulkan bintang sebanyak 5 buah selama liburan, kamu bisa membelikan tas sekolah atau sepatu baru untuk anak.

Bersepeda

Di sore hari menjelang berbuka, ajak anak yang sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga pergi ke teman atau membeli sesuatu dengan bersepeda.  Dengan bersepeda anak  sehat, belajar konsep keseimbangan dan  meningkatkan percaya diri karena bisa melaju di jalanan. Sambil menunggu waktu berbuka dengan olahraga sehat namun tak melelahkan anak.

Memasak

Sesekali ajaklah buah hati menyiapkan menu berbuka puasa. Ajari ia mencuci buah dan sayur, mengocok telur, mengambil bumbu, mengaduk adonan dan memberi topping.  Ia akan bangga menikmati hasilnya. Kegiatan ini akan mengenalkan anak pada proses kimiawi, dari mentah menjadi matang,   mengenalkan  aroma dan tekstur aneka bahan makanan.

Mendekorasi Kamar Tidur Anak

Ajak anak untuk menata kembali kamar tidurnya. Ayah dan Bunda bisa membantu dengan memberikan beberapa gambar desain kamar tidur anak sebagai ide kreatifnya. Biarkan anak memilih tema dan warna kamar tidurnya. Dengan mendekorasi kamar tidurnya sendiri, anak belajar untuk mengasah kreativitas dan tentu saja anak akan lebih semangat untuk merapikan kamar tidur. Selain itu, tambahkan juga meja belajar baru untuk menghiasi kamar tidur anak, agar si kecil semangat belajar.

Permainan tradisional

Ingat petak jongkok dan petak umpet? Kedua permainan tradisional ini,   asyik  dimainkan sore-sore di halaman atau lapangan dekat rumah. Ajak teman-teman anak bermain. Mengasah motorik kasar, sosialisasi dan strategi untuk menemukan tempat sembunyi.

Nonton Film

Pilih film yang cocok untuk anak. Menikmati film di layar lebar dengan suara menggelegar akan menjadi pengalaman seru. Kegiatan ini  mengajarkan anak mengikuti dan menghargai tata- tertib seperti duduk di kursi yang telah ditentukan, tidak membuat keributan, dan belajar berkonsentrasi. Namun bila tidak memungkinkan bepergian ke bioskop hal ini juga bisa Ayah dan Bunda lakukan di rumah baik dengan menyewa film di penyewaan VCD / DVD, maupun mencari Film islami yang baik untuk anak di Internet.

Berkemah

Setelah Lebaran dan bersilaturrahmi ke rumah saudara, kerabat dan tetangga. Terkadang kita bingung untuk mengisi waktu luang liburan, kegiatan berkemah bisa menjadi solusi yang menarik. Bisa dilakukan di bumi perkemahan atau sekedar di taman rumah. Ajak saudara atau teman seusia balita. Ajak mereka mendirikan tenda, memasang tikar, menyiapkan makanan. Berkemah akan melatih anak bekerja-sama, mengenal lingkungan,  menghadapi dan memecahkan masalah, misalnya,  menghadapi angin yang masuk lewat jendela tenda.

Daftar yang Harus dikerjakan

Berikan ide daftar apa saja yang harus mereka kerjakan. Ajak mereka berdiskusi di meja makan. Misal saja mereka masih punya PR yang harus dikumpulkan saat masuk sekolah nanti, atau pekerjaan kelompok yang mengharuskan teman-temannya berkumpul di rumah, dsb.

Menyalurkan hobiWaktu liburan juga menjadi kesempatan untuk menyalurkan hobi anak, seperti melukis, menulis, bermain musik berolah raga, mendaki gunung dan lain-lain. Apabila hobi itu bisa diasah untuk menjadi lebih berkembang maka inilah kesempatan untuk mengasah.

Bersilahturahmi ke rumah kerabat

Saat ini mulai jarang keluarga saling berkunjung, padahal anak-anak juga perlu mengenal kerabat dari ayah dan ibunya. Moment Lebaran sekaligus melestarikan budaya saling berkunjung juga mengajari mereka jika kelak sudah berkeluarga agar masih menjaga hubungan silahturahmi dengan kerabat. Untuk membuat anak tidak bosan, buatlah tema setiap harinya. Baik tema pakaian, dan yang dikerjakan hari itu. Sehingga anak semakin tertarik. Tapi jangan lupa perhitungkan budgetnya nggeh, Bunda..

Dengan perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak, niscaya dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa. Kesadaran itu tentu akan merupakan tabungan ibadah bagi para orang tua yang telah mendidik mereka. Jika hal-hal di atas kita lakukan, maka Insya Allah keberkahan Ramadhan akan turun ke setiap keluarga muslim.

Atau mungkin Ayah dan Bunda punya ide ide lain, yang bisa mengisi kegiatan Ramadhan anak2 Anda ? Silakan berbagi disini , Ayah Bunda………

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

LANTUNAN AYAT AL-QUR’AN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH

P1150471
 P1150465 225x300 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH
“Sesungguhnya barang siapa mendekatkan diri (ibadah) kepada Allah di bulan Ramadhan dengan satu kefardhuan maka  menyamai (pahala) 70 kefardhuan diselain Ramadhan, dan barang siapa beribadah dengan satu kesunnahan maka menyamai (pahala) satu kefardhuan diselain bulan Ramadhan”.

Bulan Ramadhan adalah bulan Alquran, maka dari itu hendaknya seorang muslim memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap Alquran di bulan ini. Mengenai keutamaan membaca Alquran Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30)

P1150468 225x300 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHBelajar dari hal di ataslah, menginjak pertengahan puasa tahun ini, para asatidz di lingkungan SD Al-Furqan Jember semakin giat mensosialisasikan dan membiasakan siswa-siswi SD Al-Furqan Jember untuk bertadarrus Al-Qur’an bagi yang sudah lancar mengaji dan belajar membaca Al-Qur’an bagi yang belum lancar mengaji.

Seperti pagi ini Masjid SD Al-Furqan Jember riuh rendah dengan hafalan juz Amma dan doa harian dari siswi-siswi kelas atas (Kelas 4, 5, dan 6), kemudian dilanjutkan dengan shalat dhuha berjamaah. Siswa-siwi khusuk dan khidmat mengikuti kegiatan rutin pagi ini. setelah Kelas atas selesei, kemudian giliran kelas bawah yang melanjutkan dengan kegiatan TPA untuk belajar dan bertadarrus Al-Qur’an dengan metode UMMI. Walau sesekali masih terlihat ada yang bercanda hal tersebut tidak melunturkan semangat para asatidz untuk membiasakan mereka melancarkan bacaan Al-Qur’annya.

P1150460 300x225 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH P1150461 300x225 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH

Tak lupa pula setiap Asatidz juga memotivasi mereka dengan Fadilah dan keutamaan belajar dan membaca Al-Qur’an kepada siswa-siswi SD Al-Furqan Jember. Seperti yang penulis rangkum dibawah ini.

Keutamaan Membaca Alquran

1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.

P1150471 225x300 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.

2. Alquran adalah sebaik-baik ucapan

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS. Az Zumar: 23)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)

Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.

3. Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para malaikat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)

Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan karena telah bersusah payah untuknya.

4.  Orang yang membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)

P1150458 225x300 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAH

5.  Alquran akan memberi syafaat kepada pembacanya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

6. Membaca satu atau dua ayat Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:

Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)

7. Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Alquran

P1150467 300x225 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

8. Karena kemuliaan Alquran, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”

9. Membaca satu huruf Alquran akan memperoleh sepuluh kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

10. Alquran merupakan tali Allah

Ali bin Abi Thalib berkata, “Alquran adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan sebagai hukum di antara kalian. Alquran adalah keputusan yang serius bukan main-main, barangsiapa meninggalkannya dengan sombong pasti dibinasakan Allah, barangsiapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh,  peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. Dengan Alquran hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan lisan tidak akan rancu. Paraulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan mempelajarinya), Alquran tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak akan habis keajaibannya. Dialah Alquran, di mana jin tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami mendengar Alquran yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman kepadanya”. Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar, barangsiapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barangsiapa berhukum dengannya pastilah adil, dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki ke jalan yang lurus.”

11. Pembaca Alquran akan ditinggikan derajatnya

P1150466 300x225 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Akan dikatakan kepada pembaca Alquran “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)

12. Dengan Alquran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)

Yakni bagi orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.

13. Orang yang membaca Alquran secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan

P1150456 225x300 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Orang yang membaca Alquran terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Alquran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)

Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.

14. Para penghapal Alquran dimuliakan oleh Islam

P1150455 300x225 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHDi antara bentuk pemuliaan Islam kepada mereka adalah:

  • Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Alquran). Jika mereka sama dalam hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR. Muslim)

  • Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal

Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghapal Alquran.

  • Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat

Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghapal Alquran duduk di majlis musyawarahnya.

  • Berhak diangkat menjadi pimpinan safar

Imam Tirmidzi meriwayatkan –dan dia menghasankannya- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Alquran, maka mereka pun membacakan Alquran. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hapalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hapal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah ketuanya.”

Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari suratAl Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Pelajarilah Alquran dan bacalah, karena perumpamaan Alquran bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”

15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Alquran

P1150464 300x225 LANTUNAN AYAT AL QURAN MENGHIASI RAMADHAN DI SEKOLAHIbnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Alquran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan isnad, di mana para perawinya tsiqah)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Seperti itulah sekelumit nasihat para asatidz tentang fadilah dan keutamaan belajar dan membaca Al-Qur’an, apalagi di bulan Ramadhan ini, InsyaAllah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWt. Semoga bisa menjadi pelajaran berharga untuk anak-anakku siswa-siswi SD Al-Furqan Jember. karena sebaik-baiknya pelajaran dan nasihat adalah dengan mengamalkannya. Aamiin.

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

MENGAJARKAN INDAHNYA BERPUASA PADA BUAH HATI TERCINTA

dh
dh 300x155 MENGAJARKAN INDAHNYA BERPUASA PADA BUAH HATI TERCINTATidak terasa, kita sudah bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, tidak terasa pula kita sudah menginjak pertengahan bulan suci ini, bulan suci bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa. Dan tradisi keluarga yang umum dilakukan adalah melatih anak-anak yang belum berkewajiban berpuasa untuk berpuasa. Bagaimanakah ayahanda dan ibunda di rumah? apakah proses belajar berpuasa buah hati tercinta berhasil sampai saat ini? Alhamdulillah jikalau progressnya membaik, bagi yang belum terus disemangati nggeh..
karena memang tujuan dari melatih anak berpuasa adalah agar nanti ketika sudah berkewajiban, mereka sudah siap secara fisik, mental, dan spiritual. Tapi dalam prakteknya memang tidak semua anak mudah untuk diajak berlatih. Sebagai orangtua kita harus dapat memotivasi anak supaya mereka mau berpuasa.

Jelaskan kepada anak mengenai makna dan kegunaan puasa. Kita dapat jelaskan kepada mereka bahwa puasa merupakan kewajiban dari Tuhan bagi umat-Nya. Cara kita menjelaskan harus dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Sesuaikan juga dengan usia anak. Selainitu yang tidak kalah penting adalah, sebagai orang tua kita harus memberikan contoh.

Anak akan lebih mudah belajar dan memahami jika melihat contoh. Cara belajar yang mudah bagi anak adalah dengan meniru orang yang terdekat dengan mereka. Sebagai langkah awal, ajak anak untuk berpuasa setengah hari terlebih dahulu atau puasa beberapa jam saja. Hal ini dilakukan supaya anak tidak merasa kaget atau berat dalam menjalankan ibadah puasa.

Memang, tak ada acuan di usia berapa anak sanggup berpuasa karena kondisi tubuh setiap anak berbeda. Bagaimana mengetahui kemampuan berpuasa pada anak? Sebetulnya mudah saja; anak yang sudah merasa lemas pasti akan mengeluh lapar. Jangan tunda sampai lemasnya memunculkan keringat dingin, apalagi muntahmuntah. Boleh jadi itu salah satu pertanda kadar gula darahnya menurun atau anak mengalami dehidrasi karena umumnya anakanak tetap aktif bermain dan mengeluarkan banyak keringat. Segera batalkan puasanya. Jangan lupa untuk tetap memuji usahanya.

Namun, jangan biarkan anak balas dendam terhadap rasa laparnya dengan makan dalam porsi besar sekaligus. Tentu tindakan “balas dendam” bisa membuat sistem pencernaannya kaget dan bereaksi menimbulkan sakit. Berikan minuman pembuka yang dapat memulihkan energinya disertai makanan ringan. Setelah itu, barulah makan makanan utama dengan porsi tidak berlebihan.

JAM BELAJAR PUASA

Ketimbang mengatakan, “Puasa berarti tidak makan sehari penuh,” lebih baik katakan, “Puasa hanyalah mempercepat waktu makan pagi dan menunda makan siang.” Dengan demikian, anak tidak akan merasa berat melakukannya. Selanjutnya latih kekuatan berpuasa anak secara bertahap.

  • Di awal latihan, anak balita yang sarapan sekitar pukul 07.00 dapat berpuasa hingga pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Setelah makan, puasa dilanjutkan kembali hingga siang lalu dibuka untuk yang kedua kali (pada pukul 15.00, misalnya), lantas dilanjutkan lagi hingga magrib. Di tahun berikutnya, puasa dapat dilakukan hingga pukul 12.00 WIB, dan seterusnya sesuai kemampuan anak.
  • Untuk anak usia sekolah yang relatif lebih kuat, perhatikan jam biologisnya. Biasanya hingga pukul 12.00, anak masih bisa bertahan namun setelah lewat tengah hari, katakanlah pukul 14.00, perutnya mulai keroncongan. Jika memang sudah tidak kuat, tawari anak untuk berbuka. Sebaliknya, kalau masih terlihat segar, ajak ia berkegiatan agar dapat mengabaikan rasa lapar dan hausnya seperti dengan membacakan cerita, menonton film favorit, dan lainnya.
  • Perlu juga dipahami, di awal-awal puasa (1-3 hari pertama) adalah masa penyesuaian tubuh terhadap “kosongnya” perut. Jangan khawatir kalau anak mengurangi aktivitasnya dan lebih banyak tidur karena merasa tak bersemangat. Siasati dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang tidak menguras energi tapi mampu membuatnya merasa asyik.
  • Kalau anak mesti sekolah di pagi hari, ajaklah ia tidur lebih awal sehingga tubuhnya tetap bugar meski harus bangun sahur. Siang hari, ingatkan anak untuk tidur dengan porsi biasa saja, karena kebanyakan tidur justru dapat membuatnya makin lemas dan tidak bersemangat.
  • Setelah sahur, jangan biarkan anak beraktivitas berlebihan (jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau berolahraga yang menguras tenaga) karena dengan begitu ia akan cepat kehabisan energi dan akhirnya lemas dan haus. Lebih baik, ajak ia kembali tidur atau mengisinya dengan kegiatan yang tidak terlalu menghabiskan tenaga. Bermain aktif dapat dilakukan menjelang magrib dan umumnya tidak lebih dari 1 jam.

Supaya anak lebih termotivasi, kita dapat memberikan hadiah atau reward jika mereka berhasil menjalankan puasa. Hadiah yang kita berikan tidak harus berupa materi. Kita bisa memberikan pujian yang tulus. Pemberian reward ini penting agar anak merasa lebih dihargai dan tentunya akan lebih meningkatkan motivasinya dalam melakukan puasa.
POLA MAKAN RAMADAN

Menu makanan/minuman saat sahur maupun berbuka harus diperhatikan agar kondisi badan anak tetap sehat. Apa saja yang mesti diperhatikan? Berikut di antaranya:

  • Sajikan makanan beragam dan mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
  • Jangan memberi makanan dan minuman yang merangsang selama berbuka puasa, karena akan mengganggu kerja lambung, misalnya makanan yang asam, bersoda, bersantan, atau pedas.
  • Saat berbuka, sebaiknya anak mendapat satu gelas susu yang tidak terlalu manis dan tidak terlalu dingin. Minuman hangat lebih dianjurkan bagi anak yang sudah berpuasa penuh mengingat kondisi lambung cukup lama kosong. Namun bukan berarti minuman dingin dilarang. Dilanjutkan dengan sepotong kudapan kecil tapi padat gizi seperti kroket, pastel, makaroni panggang atau arem-arem. Setelah itu, anak boleh minum segelas es buah atau buah-buahan. Biasanya rasa lapar saat berpuasa dipicu oleh turunnya kadar gula dalam darah. Karenanya, kurma dan pisang dapat menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Kedua jenis makanan ini banyak mengandung mineral dan vitamin yang sangat diperlukan tubuh.
  • Kandungan gula dalam makanan (termasuk buah) mudah diserap oleh tubuh menjadi sumber energi, sehingga anak bisa segera fit kembali setelah mengonsumsinya. Namun, karena gula mudah diserap, maka energi yang dihasilkan juga memiliki masa pakai yang relatif singkat. Pada malam hari, ada baiknya anak makan lagi sebelum tidur atau pada saat-saat senggang di waktu malam.
  • Mineral zat besi banyak terdapat pada hati dan limpa sapi, sehingga ada baiknya sesekali disajikan di bulan Ramadan. Zat besi penting bagi pertumbuhan anak karena membantu proses pembentukan sel darah merah.
  • Variasikan menu makanan di rumah agar anak tak kekurangan zat-zat gizi tertentu.
  • Jangan berikan makanan yang merangsang seperti es dan makanan pedas pada saat sahur.
  • Saat sahur, utamakan makanan sumber protein dan lemak selain karbohidrat, seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Lemak dan protein ini akan menjadi cadangan energi yang lebih tahan lama ketimbang karbohidrat tak berserat. Aturlah porsinya agar anak tak sampai kekenyangan dan mengeluh tak enak. Kurangi minum teh saat sahur karena menghamabat penyerapan zat besi dan kalsium, juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga zat-zat mineral yang sebenarnya diperlukan tubuh justru dikeluarkan bersama air seni.
  • Cukupi kebutuhan cairan anak. Jangan sampai anak mengalami dehidrasi saat berpuasa. Sup dan jus buah saat sahur dapat menambah asupan cairan dan mineral anak yang berpuasa. Saat berbuka dan malam hari ingatkan anak untuk memperbanyak minum.
  • Makanan sahur juga sebaiknya kaya serat. Makanan tinggi serat (seperti beras merah, roti gandum, sayuran, dan buah – buahan) akan dicerna lebih lama oleh tubuh, sehingga dapat meninggalkan rasa kenyang yang lebih lama pula selain memperlancar proses buang air besar. [ http://depot-artikel.blogspot.com ]

Selain itu yang perlu diajarkan kepada anak adalah berikan pemahaman sejak dini bahwa puasa ini bukan tujuan. Bukan tujuan dalam arti bahwa kita tidak cukup hanya menahan lapar dan dahaga di siang hari kemudian disebut puasa. Puasa adalah bentuk pendidikan dari Tuhan kepada semua manusia agar memperbaiki dirinya melalui latihan. Puasa adalah fasilitas untuk memperbaiki diri.

Beberapa bentuk-bentuk latihan yang bisa diajarkan pada anak:
1.Memperbanyak ibadah atau berdoa untuk cita-citanya. Doa orang puasa sangat istimewa sehingga sangat dekat dengan pengabulan.
2.Menahan amarah atau reaksi diri yang berpotensi merusak, seperti marah berlebihan.
3.Meningkatkan kebaikan dan mengurangi keburukan, seperti belajar menolong orang atau tidak berbohong.

4.Ajaklah anak anda sahur dengan anggota keluarga yang lain. dengan demikian dapat diharapkan anak dapat membiasakan diri untuk beradaptasi dengan waktu makan sahur. buatlah menu sahur yang menjadi favorit anak anda, agar si buah hati bersemangat dalam makan sahur. namun jangan dilupakan kandungan gizi dan nutrisinya nggeh bunda. buatlah suasana sahur yang menyenangkan, dengan begitu selain kita mengajarkan mengenai makna berpuasa, kita juga mengajarkan makna dari makan sahur dan kebersamaan keluarga dalam menyambut bulan puasa. hal tersebut akan meminimalisir anak dari malas makan sahur dan berpuasa.

5.Sedikit demi sedikit ajarkan anak untuk bersantap sahur dengan sedikit mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu subuh, karena selain itu merupakan sunnah Nabi, hal tersebut juga melatih anak untuk tidak tidur kembali setelah makan sahur, tidur dalam kondisi kenyang akan cenderung membuat anak tidak nyaman dan pencernaannya tergangga. selain itu hal itu akan membantu orang tua untuk melatih anak shalat subuh tanpa perlu kesulitan membangunkan anak kembali untuk shalat subuh.

6.Saat berbuka puasa, berikanlah makanan dan minuman yang manis terlebih dahulu, selain sunnah, ini juga baik untuk kesehatan lambung dan berfungsi menekan nafsu makan agar tidak berlebih saat makan makanan pokok saat berbuka.

7. Latihlah anak untuk berbuka takjil kemudian shalat magrib terlebih dahulu, kemudian baru dilanjutkan makan makanan pokoknya. Hal tersebut akan melatih anak tentang sunnah dan membuat ayahanda dan ibunda tidak kesulitan melatih anak untuk shalat magrib, karena bila berbuka makanan pokok terlebih dahulu akan cenderung membuat anak malas shalat magrib karena perut kenyang.

8.Sesekali ajaklah anak anda berbuka puasa di Masjid atau bersama teman-teman sebayanya, selain untuk melatih dia bersosialisasi, agar buah hati juga ikut merasakan keberkahan bulan Ramadhan serta hangatnya kebersamaan dengan sesama kaum muslimin.

9.Ajarkan anak untuk berdoa di setiap makan sahur dan berbuka.

10.Ajaklah anak anda untuk melaksanakan shalat tarawih sehingga mereka menjadi terbiasa dan mengetahui tentang  hal itu sejak usia dini. jika mereka lelah biarkan mereka duduk atau berbaring di sela-sela waktu tarawih untuk beistirahat.

11.Tekankan pada anak untuk mengurangi aktivitasnya yang akan membuat mereka cepat lelah, kalau bisa ganti dengan aktivitas lain yang lebih bermamfaat dan tidak menguras energi mereka.

12. Tanamkan pada anak, bahwa sebagai sesama muslim harus saling menghormati setiap orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa, sehingga bila anak belum kuat berpuasa penuh di siang hari dan sudah berbuka, tidak boleh makan di depan orang yang sedang berpuasa.

Mengenalkan dan mengajarkan puasa pada anak-anak sejak dini, agar mereka lebih mengenal apa dan bagaimana puasa itu, sehingga nantinya akan terbiasa. Demikian beberapa tip dan trik sehat mengajar anak berpuasa. Semoga Allah merahmati kita semua dengan anugrah anak-anak dan generasi yang saleh. aamiin.. Semoga bermanfaat.


(Dikutip dari berbagai sumber)

0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)